Sejarah SMP Negeri 9 Lubuklinggau

Pemerintah telah memberikan program dan pelayanan yang cukup baik dalam rangka peningkatan pendidikan masyarakat agar tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang putus sekolah, hal ini telah diwujudkan sebelum masa-masa orde baru berjalan. Sebagai wujud nyata program pemerintah dalam rangka pemberian pelayanan pendidikan sampai kedaerah – daerah yaitu SMP Negeri 9 Lubuklinggau dimana SMP ini didirikan pada Hari Selasa tanggal 24 Juni tahun 1986 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Bpk. Prof. DR. Fuad Hassan dengan nama SMP Negeri Simpang Periuk Kabupaten Musi Rawas kemudian berkisar tahun 1988 kembali berubah menjadi SMP Negeri 2 Muara Beliti, pada tahun tersebut SMP ini berada dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas Kecamatan Muara Beliti dengan Kepala Sekolah yang pertama ialah Bpk. Santoso, BA.

Seiring dengan kepemimpinan Bpk. Santoso, BA SMP Negeri 2 Muara Beliti cukup berkembang dengan baik dan selalu menjalankan apa yang menjadi program pemerintah guna memberikan pelayanan terbaik guna peningkatan mutu pendidikan dan memutus rantai pendidikan yang terjadi dimasyarakat, hal ini diwujudkan oleh SMP Negeri 2 Muara Beliti dengan membuat kelas jauh yang berada di desa Jukung dan sekarang terkenal dengan nama SMP Negeri 10 Lubuklinggau.

Seiring dengan masa jabatan, maka kepemimpinan SMP Negeri 2 Muara Beliti telah banyak melakukan silih berganti dan dilanjutkan tapuk kepemimpinan oleh pemimpin-pemimpin yang berjasa demi kemajuan SMP Negeri 2 Muara Beliti sebut saja diantaranya ialah Bpk. Muhammad Umar dengan masa jabatan 1989 s.d. 2002 kemudian seiring dengan perkembangan pembangunan dimasa orde baru Bpk. Sakiman menjabat sebagai kepala sekolah dimasa tahun ajaran 2002 – 2004 dan nama SMP Negeri 2 Muara Belitipun berubah menjadi SMP Negeri 9 Lubuklinggau.

Seiring dengan nama yang baru maka secara bersamaan kelas jauh SMP Negeri 9 Lubuklinggau yang berada di desa Jukung pun ikut berubah menjadi SMP Negeri 10 Lubuklinggau, perubahan ini karena adanya pemecahaan wilayah Kabupaten Musi Rawas yang dahulunya Lubuklinggau sebagai Ibu Kota Kabupaten Musi Rawas dan terkenal dengan Kota Administratif akhirnya menjadi definitive menjadi Kota Lubuklinggau dan status Kota kedua setelah Kota Palembang di Provinsi Sumatera Selatan.

Dengan adanya pemecahan wilayah ini tentu alamat SMP Negeri 9 pun iku berubah menjadi Kelurahan Air Temam Kecamatan Lubukllinggau Selatan I Kota Lubuklinggau. Hal ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan semakin maju dan pesat guna memutus mata rantai putus sekolah yang terjadi di kalangan masyarakat dan tujuan akhirnya ialah masyarakat dapat mengenyam pendidikan baik di tingkat Dasar, Menengah Pertama dan Menengah Atas. Kemudian kembali ditahun 2004 s.d 2005 masa-masa kepemimpinan pun terus silih berganti selama kisaran 1 tahun periode 2004 s.d. 2006 yaitu Bpk. Ono Rawas Panggar Besi yang hanya menjabat selama 4 bulan kemudian digantikan oleh Bpk. Agustaman dan selanjutnya tak selang selama berkisar 1 semester jabatan Bpk. Agustaman digantikan oleh Bpk. Sutoro dengan masa bakti tahun 2006 s.d. 2007. Pada tahun 2007 s.d. 2008 Kepemimpinanpun dipegang oleh Bpk. Drs. Amrin Jaya. Dalam masa jabatan Bpk. Drs. Amrin Jaya kemajuan SMP Negeri 9 Lubuklinggau sangat terasa tak kalah dari kepala-kepala sekolah sebelumnya dimana SMP Negeri 9 Lubuklinggau banyak mendapatkan rehab bangunan kelas dan penambahan ruang kelas baru.

Masa kepemimpinan SMP Negeri 9 pun akhirnya berganti ditahun ajaran 2008-2009 oleh Bpk. Hasan Basri, S.Pd. tak sampai 2 tahun menjabat akhirnya ditahun ajaran 2009-2010 Bpk. Hasan Basri pun digantikan oleh Bpk. Darmen Jamarin, S.Pd. Masa kepemimpinan Bpk. Darmen Jamarin, S.Pd. ± 10 Bulan dan digantikan kembali oleh Bpk. Drs. Darmansyah. Pada masa jabatan Bpk. Darmansyah SMP Negeri 9 Lubuklinggau mendapat kepercayaan oleh Pemerintah sebagai Sekolah Standar Nasional di Kota Lubuklinggau, ketika mendapat status sebagai Sekolah Standar Nasional pada tahun ajaran 2010-2011 yang masih dipegang oleh Bpk. Darmansyah SMP Negeri yang berada didalam wilayah Kota Lubuklinggau terjadi program mutasi guru besar-besaran mulai dari SD, SMP sampai SMA. Tak terlepas SMP Negeri 9 Lubuklinggaupun ikut serta dalam pemutasian para dewan guru.

Pemutasian atau perombakan para guru-guru pun seiring dengan bergantinya Kepala SMP Negeri 9 Lubuklinggau yaitu Bpk. Edy Yanuar, S.Pd., M.Pd ketika itu sudah memasuki tahun ajaran 2011-2012, masa kepemimpinan Bpk. Edy Yanuar berjalan cukup lama hingga tahun ajaran 2012-2013. Pada tahun ajaran 2013-2014 SMP Negeri 9 Lubuklinggau kembali mendapat sosok pemimpin baru yaitu Bpk. Ridwan, S.Pd. yang sekarang beliau menjabat sebagai Kepala SMPN. 11 Lubuklinggau. Masa jabatan beliau terbilang cukup lama, karena dari tahun ajaran 2013-2014 beliau menjabat sebagai kepala sekolah sampai dengan tahun ajaran 2015 – 2016. Kepemimpinan beliau telah teruji dan tak kalah dari kepala sekolah yang sebelumnya dimana beliau telah banyak memberikan perubahan di SMP Negeri 9 Lubuklinggau mulai dari penambahan gedung baru, masyarakat yang semakin percaya menyekolahkan anaknya ke SMP Negeri 9 Lubuklinggau, dan jenis-jenis bantuan lainnya. Kemudian  dalam pertengahan semester genap tahun ajaran 2015-2016 tepatnya pada bulan Maret beliau digantikan oleh Ibu Nurainun, S.Pd., M.Pd. satu-satunya Kepala Sekolah perempuan yang pertama kali sepanjang sejarah dari tahun 1986 s.d. 2016 SMP Negeri 9 Lubuklinggau dijabat oleh seorang pemimpin yang berjenis kelamin perempuan. Beliau menjabat sebagai kepala sekolah dari Bulan Maret s.d. sekarang. Ibu Nurainun, S.Pd., M.Pd ternyata tidak kalah baik dari Kepala Sekolah sebelumnya dimana begitu banyak belimpah ruah prestasi yang diukir oleh SMP Negeri 9 Lubuklinggau mulai dari kegiatan Ekstrakurikuler sampai ke akademik, beliau juga telah memberikan banyak perubahan bagi pembangunan di SMP Negeri 9 Lubuklinggau dimana banyaknya bantuan-bantuan Pemerintah Pusat dan Daerah yang mengalir di SMP Negeri 9 Lubuklinggau, dan berkat beliau lah SMP Negeri 9 Lubuklinggau kembali mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Pusat sebagai Satu-satunya Sekolah Rintisan Standar Nasional, Satu-satunya sebagai Sekolah Model dan Sekolah Adiwiyata Kota Lubuklinggau.

Selain dapat mempertahankan prestasi yang diukir oleh Kepala Sekolah sebelumnya, Ibu Nurainun juga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas SMP Negeri 9 Lubukllinggau hal ini tampak pada peningkatan siswa dan siswa SMP Negeri 9 Lubuklinggau selama 3 tahun terakhir.